Jumat, 05 Oktober 2012

Ruang Lingkup Bisnis

CItra Wulandari (21212634)
1EB09

Pengertian Bisnis

            Bisnis merupakan aktivitas apa pun yang dilakukan oleh individu atau sekelompok orang yang berusaha untuk menyediakan barang dan jasa kepada pihak-pihak lain saat mengoperasikannya untuk memperoleh laba. Laba (profit) adalah jumlah uang yang diperoleh sebuah bisnis selain dari jumlah yang dikeluarkan untuk gaji dan biaya-biaya lainnya. Karena tidak semua bisnis berhasil mencetak keuntungan, memulai sebuah bisnis dapat menjadi hal yang berisiko. Seorang pengusaha (entrepreneur) adalah orang yang mempertaruhkan waktu dan uang untuk memulai dan mengelola sebuah bisnis.
            Bisnis tidak hanya mengahsilkan uang untuk pengusaha. Bisnis menyediakan bagi kita semua kebutuhan hidup, seperti makanan, pakaian, rumah, perawatan kesehatan, dan transportasi juga barang-barang dan jasa-jasa lainnya yang membuat kehidupan kita lebih mudah dan lebih baik.

Jenis-Jenis Bisnis

Bisnis dibedakan menjadi 4 jenis berdasarkan kegiatannya, yaitu: 
1.      Bisnis Ekstraktif
Bisnis Ekstraktif adalah bisnis yang mengambil langsung apa yang dihasilkan alam. Contoh: pertambangan, penebangan kayu dan pembuatan garam.
2.      Bisnis Agraria
Bisnis Agraria adalah bisnis yang membudidayakan tumbuhan dan hewan.
Contoh : perkebunan, peternakan dan pertanian.
3.      Bisnis Industri/manufacturing
Bisnis Industri/manufacturing adalah bisnis yang bergerak dalam bidang industri dengan mengolah bahan mentah menjadi barang setengah jadi atau barang jadi.
Contoh : Industri minyak, industri tekstil dan lain sebagainya.
4.      Bisnis Jasa
Bisnis Jasa adalah bisnis yang yang bergerak dalam bidang jasa, yang memberikan pelayanan jasa kepada pihak-pihak yang membutuhkannya.
Contoh : jasa angkutan dan jasa telekomunikasi.

Tujuan Kebijakan Bisnis

·         Melindungi usaha kecil dan menengah
Kebijakan bisnis dibuat untuk melindungi usaha kecil dan menengah. Karena mayoritas bisnis di negara kita ini didominasi oleh usaha-usaha menengah keatas. Kebijakan ini berguna untuk mencegah usaha kecil tersingkir dan tidak mempunyai lahan atau wilayah berusaha. Padahal justru usaha kecil seperti ini yang perlu dikembangkan sehingga bisa menjadi lebih besar dan mempunyai daya saing yang cukup kuat.
·         Melindungi lingkungan hidup dan sekitarnya
Melakukan bisnis atau usaha di negara kita ini memiliki aturan, dan itu sudah menjadi keharusan. Aturan tersebut antara lain adalah bertujuan untuk tidak merusak atau membeir dampak negatif kepada lingkungan hidup sekitar wilayah tempat usaha tersebut. Tidak dibenarkan jika membuang limbah ke tempat yang dimanfaatkan oleh penduduk sekitar, seperti sungai. Dengan adanya kebijakan ini, maka para pebisnis juga akan meminimalisasikan dampak negatif yang nantinya akan berimbas kepada penduduk dan lingkungan hidup sekitarnya.
·         Melindungi konsumen
Bisnis yang baik adalah usaha bisnis yang mementingkan pelayanan kepada konsumen. Konsumen adalah raja yang perlu dilindungi. Jangan samapai seorang konsumen atau lebih dirugikan atau dikecewakan karena mengonsumsi jasa atau barang yang diproduksi dari para pebisnis tersebut. Segala yang diberikan kepada konsumen haruslah yang terbaik dan pelayannya pun harus prima. Jika konsumen merasa dilindungi dan mendapatkan yang terbaik dari para pebisnis tersebut, konsumen tidak segan-segan bekerja sama kembali.
·         Pendapatan pemerintah
Banyaknya bisnis yang beroperasi di negara kita ini tentunya juga memberikan keuntungan bagi negara kita juga. Bisnis yang beroperasi memiliki kewajiban untuk membayar pajak kepada pemerintah. Inilah yang sering kita sebut dengan devisa. Semakin banyak untung atau laba yang diperoleh suatu usaha bisnis, semakin besar pula ia harus membayar pajak negara, demikian sebaliknya. Devisa yang diperoleh tersebut digunakan lagi oleh pemerintah untuk melakukan pembangunan di tiap-tiap wilayah di negara kita ini.

Sistem Perekonomian dan Sistem Pasar

Sistem Ekonomi
            Menurut Gregory grossman (1984), yang dimaksud dengan system ekonomi adalah: Sekumpulan komponen-kommponen atau unsur-unsur terdiri atas unit-unit dan agen-agen ekonomi serta lembaga-lembaga (institusi-institusi) ekoonomi, yang bukan saja saling berhubungan dan berinteraksi, melainkan juga sampai tingkat tertentu saling menopang dan memengaruhi. “..system is the nation that the various parts and components (economics units and agents, institutions) not only interconnect and interact but do so with a certain degree of mutual consistency and coherence..” (Gregory Grossman, 1984, halaman 15).
         Dengan demikian, komponen-komponen tersebut memiliki hubungan fungsional yang dapat menjadi alat koordinasi alokasi sumber daya ekonomi.
          Perekonomian yang didalamnya individu-individu dan keluarga-keluarga memiliki kesalingtergantungan disebut social ekonomi (social economy).
Dari definisi di atas, ada beberapa aspek penting dalam suatu sistem ekonomi:
a.       Komponen-komponen yang terdiri atas unit, pelaku, dan institusi.
b.      Saling terkait dan saling memengaruhi secara teratur-kontinu.
c.       Memiliki fungsi koordinasi.
            Sistem-sistem ekonomi yang ada di dunia ini dapat diklasifikasikan berdasarkan beberapa cara. Pertama, dilihat dari mekanisme koordinasinya. Berdasarkan hali ini, sistem-sistem ekonomi dapat dibedakan menjadi 3 kelompok, yaitu sistem tradisi (tradition economy), sistem komandi (command system), dan sistem pasar (market economy). Kedua, berdasarkan penekanan hak kepemilikan yang diberlakukan. Berdasarkan hal ini, sistem ekonomi dibedakan menjadi sistem sosialis (socialist economy) dan sistem kapitalis (capitalist economy). Tetapi ada juga sistem ekonomi yang tidak dapat diklasifikasi berdasarkan kedua cara diatas. Sistem ekonomi ini disebut sistem campuran (mixed economy).
Sistem Ekonomi Pasar
            Ekonomi pasar (market economy) mengandalkan interaksi kekuatan pemintaan-penawaran sebagai alat alokasi yang efisien. Indikator yang digunakan para pelaku ekonomi untuk bertindak adalah tingkat harga dan perubahannya. Jika tingkat harga makin tinggi, menunjukan inidikasi bahwa permintaan relatif lebih besar daripada penawaran. Begitu juga sebaliknya. Berdasarkan informasi itulah produsen dan konsumen memosisikan diri. Misalnya, jika harga tinggi dan terus meninggi, adalah tanda kelebihan permintaan makin membesar. Produsen akan meningkatkan produksinya, sehingga penawaran bertambah. Sebaliknya konsumen membatasi konsumsinya, sehingga permintaan tidak bertambah atau mungkin berkurang. Pergerakan harga akan terhenti jika permintaan sudah sama dengan penawaran.
            Kelebihan dari sistem pasar adalah kecilnya peranan pemerintah, yang berarti juga menekan biaya-biaya birokrasi. Tetapi sistem pasar hanya dapat memberikan hasil yang baik apabila struktur pasar benar-benar pasar persaingan sempurna, yang tidak terhambat oleh dimensi waktu dan tempat. Sayangnya, dunia kita adalah dunia yang tidak tak terbatas, sehingga pasar pun bukan pasar tak terbatas. Akibatnya, pasar tidak mampu menjadi alat alokasi yang efisien.

Kesempatan Bisnis/Usaha

            Dalam dunia bisnis, setiap peluang dan kesempatan yang bisa dimanfaatkan dengan baik akan mengahsilkan sebuah keuntungan. Tidak hanya dari segi financial namun juga dari konektivitas yang terjalin dengan rekan bisnis. Numun untuk menciptakan peluang bisnis dibutuhkan keinginan yang kuat, serta kreativitas yang tinggi untuk kelangsungan bisnis yang akan digeluti.

Unsur-unsur Penting dalam Aktivitas Ekonomi

·         Keinginan manusia
Keinginan manusia merupakan unsure terpenting dalam aktivitas ekonomi karena manusia memiliki keinginan yang membuat mereka dapat berpikir keras untuk memenuhi keinginannya tersebut. Seperti keinginan untuk berhasil di bidang bisnis. Manusia akan mencari cara agar produk yang mereka ciptakan dapat diterima dengan baik oleh masyarakat.
·         Sumber daya
Sumber daya merupakan hal terpenting kedua dalam aktivitas ekonomi. Karena sumber daya juga merupakan kunci dalam memperoleh kesuksesan dalam bidang ekonomi. Contohnya saja seorang yang ingin memulai usaha warnet namun ia tidak mengerti tentang jaringan internet atau pun computer itu sendiri. Maka itu bisa menyebabkan ketidaknyamanan para pelanggannya ketika terjadi gangguan. Maka seharusnya pemilik harus memiliki sumber daya manusia yang cukup.
·         Cara-cara berproduksi
Cara pembuatan  barang pada umumnya berada di luar bidang ekonomi, tetapi persoalan barang-barang atau jasa-jasa apa yang harus diproduksi, berapa banyak barang atau jasa yang harus diproduksi, dan cara-cara mana yang digunakan untuk memproduksi barang dan jasa tersebut sehingga mencapai pembiayaan yang minimal dan hal tersebut adalah termasuk bidang ekonomi dan merupakan persoalan-persoalan yang harus diperhatikan oleh ahli-ahli ekonomi.


Hakikat Bisnis

Hakikat bisnis adalah usaha untuk memenuhi kebutuhan manusia, organisasi ataupun masyarakat luas dengan mendapatkan alat pembayaran yaitu uang atau tukar menukar barang (barter) yang saling menguntungkan antara kedua belah pihak. Businessman (seorang pebisnis) akan selalu melihat adanya kebutuhan masyarakat dan kemudian mencoba untuk melayaninya secara baik sehingga masyarakat menjadi puas dan senang. Dari kepuasan masyarakat itulah si pebinisnis akan mendapatkan keuntungan dan pengembangan usahanya.

Mengapa Mempelajari Bisnis?

Dalam kehidupan sehari-hari bisnis sangatlah penting, terutama dalam meningkatkan standard dan kualitas hidup dari suatu kelompok masyarakat. Bisnis dan karyawan-karyawannya menciptakan kekayaan yang digunakan masyarakat untuk membeli barang dan jasa. Bisnis, melalui pajak, juga merupakan sumber dana bagi instansi-instansi pemerintah dan organisasi nirlaba yang membantu untuk meningkatkan kualitas hidup suatu masyarakat . kualitas hidup  merujuk pada kesejahteraan suatu masyarakat secara umum dalam hal kebebasan berpolitik, lingkungan hidup alami yang bersih, keamanan, pendidikan, perawatan, kesehatan, waktu luang, dan segala sesuatu yang menuju pada kepuasan dan kesenangan (selain dari barang-barang). Jadi, bisinis dapat meningkatkan kualitas hidup dan standard hidup masyarakat dengan cara menciptakan kekayaan yang diperlukan untuk mendanai kemajuan-kemajuan pada bidang-bidang tersebut. Dari semua  itulah alasan mengapa kita harus mempelajari bisnis.

REFERENSI:
1.      Prathama Rahardja, Mandala Manurung, Pengantar Ilmu Ekonomi (mikroekonomi & makroekonomi) penerbit: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Edisi Ketiga. Halaman 463
2.      Nickles, McHugh, McHugh Pengantar Bisnis Halaman 4&30

Tidak ada komentar:

Posting Komentar